JAKARTA, KOMPAS.com – Kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap Jumat berpotensi menghemat keuangan negara hingga Rp 5,9 triliun.
Kepala Pusat Industri, Perdagangan, dan Investasi Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Andry Satrio Nugroho menyatakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan lebih hemat jika para pekerja beralih ke kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).
“Kalau kita dorong dia tidak WFH tapi beralih ke kendaraan listrik, kita bisa menghemat lebih besar lagi mencapai Rp 12,3 triliun. Dan itu hanya 10 persen (penggunaan) mobil listrik saja, ada penghematan kurang lebih sebesar itu,” ungkap Andry dalam diskusi, Kamis (23/4/2026).
Menurut Andry, urgensi kebijakan ini berkaitan dengan dua persoalan utama, yakni ketahanan pasokan energi dalam negeri dan keterbatasan kapasitas fiskal pemerintah.
Di sisi lain, berdasaran analisis Indef penjualan mobol listrik di dalam negeri terus meningkat seiring dengan insentif yang diberikan pemerintah.
Berdasarkan proyeksi dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL), pemerintah menargetkan 944.000 unit mobil listrik beroperasi pada 2030. Indonesia masih perlu mengejar penjualan 840.000 unit mobil EV untuk mencapai target tersebut, atau sekitar 136.000 unit per tahunnya.